Thursday, April 12, 2012

Supaya Engkau Menjadi Wanita Tercantik

♥ Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh♥

Sahabatku serta adik-adikku..
Kepada calon- calon bidadari penghuni syurga,Wahai calon- calon istri sholehah kebanggaan Islam,
Wahai kaum hawa yang didadanya telah tertanam bunga bunga iman....Mari sejenak menyelami samudera hikmah dan kebijaksanaan... meneguk sejuknya untaian nasehat-nasehat yang akan menghilangkan dahaga iman. Semoga dengan sedikit nasehat ini, bagai terasa ditengah ganasnya gurun pasir kehidupan... yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah, serta lisan-lisan yang jujur...

~♥♥♥~
Allah berfirman:

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh kerananya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. Al-Ahzab: 59).

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: "Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian." (HR. Muslim)

"Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah)." (Qs. Al-Ahzab: 33)

Allah 'Azza wa Jalla berfirman: "Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata." (Qs. Al-Ahzab: 36)

"... dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya," (Qs. An-Nuur: 31)

Saudariku...

Wanita muslimah laksana bunga yang menawan, wanita muslimah yang sholehah bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya. Begitu indah, begitu berkilau dan menyejukkan setiap mata yang memandang...

Teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut... Namun tentunya... tak sembarang orang berhak meraihnya... menghirup sarinya... hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah... yang dapat memetiknya... meraih pesonanya...

Wanita muslimah adalah ibarat permata yang sangat berharga. Dan islam menyuruh memperlakukan wanita sepeti permata yang sangat berharga. Yaitu permata yang tidak boleh disentuh oleh siapapun selain pemiliknya. Seandainya permata-permata itu berpindah tangan, niscaya ia akan kehilangan nilainya.

♥♥ Saudariku...

Muslimah Sejati, adalah mereka yang pandangan matanya selalu menunduk dan mampu menundukan mata-mata lelaki yang mencoba menaklukannya.

♥♥ Saudariku...

Tidak semua wanita berjilbab itu sholehah, tapi wanita sholehah itu pasti berjilbab. Jika hidup ini pilihan pilihan, kenapa hanya sedikit wanita yang memilih untuk menjadi wanita sholehah yang hidupnya dikagumi dunia dan di nanti syurga? Jika Allah Ta'ala menjadikan Islam itu mudah. Bukan berarti hal Wajib boleh menjadi Sunnah. Dan jika, Berjilbab itu wajib. Bukan berarti wanita boleh sesuka hatinya pamer aurat dan mengatakan aku belum siap. Wajib tetap harus dilaksanakan dan dosa tetap ditulis. Dan ini Ketetapan Allah.

♥♥ Saudariku...

Tidaklah sama antara wanita mukminah dan wanita kafir. Wanita mukminah adalah perempuan yang beriman, dermawan, berpuasa, memakai hijab. Takut pada Tuhannya, ramah terhadap tetangganya, taat pada suaminya dan sayang pada anak-anaknya. Dia mendapatkan pahala yang besar, ketentraman, dan keridaan-Nya. Sedangkan perempuan kafir, suka memamerkan kecantikannya, jahiliyah, naïf, suka memamerkan pakaiannya bagai barang dagangan, komoditi murahan yang dijajakan di banyak tempat, tidak bernilai sama sekali, tanpa kehormatan, tanpa kemuliaan dan kehilangan keserian.

♥♥ Wahai Saudariku... Agar engkau menjadi wanita terelok di dunia

Engkau dengan segala yang engkau miliki lebih baik dari jutaan wanita lain. Dengan Kecantikanmu, engkau lebih elok daripada matahari. Dengan akhlakmu, engkau lebih wangi daripada harum minyak kesturi. Dengan rendah hatimu, engkau lebih tinggi daripada rembulan. Dan dengan kelembutanmu, engkau lebih halus daripada rintik hujan. Maka jagalah kecantikanmu dengan keimanan, kerelaanmu dengan puas diri, dan harga dirimu dengan jilbab. Hingga engkau menjadi wanita terelok di dunia.

Ketahuilah bahwa perhiasanmu bukanlah emas atau perak, tetapi dua rakaat menjelang subuh, dahagamu ditengah hari yang panas kerana puasa, dermamu yang tersembunyi yang hanya diketahui oleh Allah, air mata taubat dan sujudmu dikeheningan malam. Emasmu adalah agamamu, perhiasanmu adalah budi pekertimu, dan hartamu adalah sopan santunmu. Pakailah pakaian takwa, niscaya engkau akan menjadi wanita tercantik didunia.

♥♥ Saudariku... Jadilah engkau seperti kupu-kupu

Jadilah engkau seperti kupu-kupu, ringan perawakan, indah dipandang, sedikit bergantung kepada yang lain, terbang dari satu bunga ke bunga lain, dari satu taman ke taman lain. Lihatlah... dia tidak mengeluh atas hidupnya yang sebentar, tapi dalam hidupnya yang begitu singkat dia telah menebarkan keindahan dan membuat orang yang melihatnya senang. Atau jadilah engkau seperti lebah yang selalu makan sesuatu yang baik dan menghasilkan yang baik pula, jika ia hinggap diatas tangkai tidak mematahkan, menyentuh nektar tapi tidak merosaknya, mengeluarkan madu, terbang dengan rasa cinta dan hinggap dengan tali kasih. Itulah ibarat wanita yang lembut, perempuan sejati, yang kehadiran dan kedatangannya membawa keindahan dan sejuta manfaat, tidak ada yang tersakiti orang lain melalui perbuatan maupun lisannya.

♥♥ Saudariku...

Semoga engkau menjadi permata yang berkilauan. Yang tidak mudah disentuh kecuali oleh yang berhak. Yang menyadari kemuliannya. Yang menundukkan pandangannya, memelihara auratnya. Yang teguh menjaga kehormatan dan kesuciannya.

♥♥ Saudariku... Kerana...

Ibnul Qayyim dalam bukunya 'Taman orang-orang jatuh cinta & memendam rindu' menulis bahwa

"Allah menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri." Andaikata penyebab tumbuhnya cinta adalah rupa yang elok, tentunya (wanita) yang tidak memiliki keelokan tidak akan dianggap baik sama sekali. Kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih elok rupanya memilih pasangan yang lebih buruk rupanya, padahal dia juga mengakui nilai keelokan (wanita) yang lain. Meski begitu, tidak ada keburukan apa-apa dalam hatinya. Kerana kejernihan akhlaq merupakan sesuatu yang paling disukai manusia, dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segalanya. Memang boleh saja cinta tubuh kerana sebab-sebab tertentu. Tetapi cinta itu akan cepat lenyap, dengan lenyapnya sebab.'

Kalau bahasa ringkasnya, 'kecantikan wajah terletak di hati seseorang. Jauh lebih penting dari kecantikan wajah adalah kesejukan wajah Anda ketika suami memandang.'

Dalam sebuah hadits Rasullullah mengatakan... nikahilah seorang wanita kerana agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang sholehah meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama."

Wanita yang (akhlaknya) buruk adalah untuk laki-laki yang (akhlaknya) buruk, dan laki-laki yang (akhlaknya) buruk untuk wanita yang (akhlaknya) buruk pula. Wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang baik-baik pula. (Qs. An-Nur: 26).

Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rosak pulalah generasi tersebut.

Maka, engkaulah wahai saudariku... engkaulah pemikul amanah pembangun generasi umat ini. Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah Rasul-Nya.

♥♥ Saudariku... Wanita sholehah adalah Bidadari Dunia

Allah telah dengan begitu Indahnya mengibaratkan, bahwa salah satu ciri bidadari adalah tidak pernah disentuh, kesuciannya terjaga dan sopan.

Wanita sholehah bukan hanya mereka yang berwajah cantik namun juga wanita yang kecantikannya terpancar dari aura hatinya, matanya terjaga dari hal-hal yang diharamkan syari'at, pandangannya menyejukan mata sang suami, tidak pernah membantah suami yang menuntunnya menapaki jejak-jejak Assunnah dan patuh terhadap Al-Qur'an. Menjadi penyuntik semangat dikala suami kalah dan lelah.

Berdiri tegak mendampingi suami dalam masa masa sulit, berada disisinya disetiap suasana. Menjadi penghibur dikala gelisah, dan menjadi alarm dikala lelapnya fajar membuai, mengingatkan suami tercinta dengan percikan air wudhu di wajahnya. Sungguh Kebahagiaan Memiliki wanita sholehah,,, hingga manusia menggambarkannya sebagai bidadari.

- Artikel iluvislam.com

Tuesday, April 10, 2012

Ramai Wanita Belum Kahwin? Lelaki Bagaimana?

Siapa yang akan rela mengerah usaha dan tenaga membantu dan mendidik jutaan lelaki yang membujang kerana tiada kemampuan? Mereka berpotensi. Mereka galian dakwah. Mereka dahagakan murobbi. Maka, wahai kaum lelaki yang beriman, mana lebih utama, mendakwahi wanita yang bukan mahrammu atau mendidik kaum sejenismu? Mereka perlukan kamu!

Telusuri hikmah gaya bahasa Ibu Dhiya' dalam meleraikan perbalahan mereka ini (Madam Zeema, Ustazah Qatrun dan Ibu Satri). (Petikan daripada novel Sebarkan Cinta-Mu, terbitan PTS)

"....Bagaimana nasib beribu wanita yang bercita-cita bagi menikah tetapi tiada calon suami?" Ustazah Qatrun melontarkan persoalan.

"Bukan andalusia sahaja ramai, bujang lapuk, lelaki tua dan lelaki duda yang teringin sangat mahu menikah pun ramai. Salah seorangnya adalah Pak Anuar. Sudah lama dia mencari. Golongan ini lagi sengsara sebab tidak sepandai perempuan mengurus keperluan harian," kata Ibu Satri.

"Betul. Saya sendiri mempunyai abang yang sehingga kini belum berkahwin kerana tiada calon," sokong Madam Zeema kemudian menyambung kata.

"ustazah, cuba ustazah rujuk Jabatan Statistik sebelum memberi hujah. Dalam akhbar The News Strait Time, survey tahun 2000 menunjukkan, untuk setiap 100 orang wanita yang belum berkahwin, ada 130 orang lelaki yang belum berkahwin. Jadi, sekiranya poligami itu digalakkan, bukankah itu menafikan hak lelaki ini bagi memiliki isteri? Langsung, apa yang akan terjadi? Rogol semakin berleluasalah jawabnya."

Hujah berfakta itu membuatkan Ustazah Qatrun terdiam. Namun dia masih mahu berhujah.

"Saya tahu, sekalipun jumlah lelaki dan wanita di Malaysia masih agak seimbang, tetapi realitinya lelaki berkualiti sangat sedikit. Ramai lelaki lebih senang merempit dan menjadi penghuni pusat serenti. Saya sendiri, saya lebih rela menjadi isteri kedua kepada lelaki yang berkualiti," kata Ustazah Qatrun.

"Sekiranya pun benar wanita lebih ramai, anak-anak terbuang juga ramai di pusat-pusat kebajikan. Yang peliknya, soal wanita ramai hendak sangat diberikan pembelaan. Namun, tiada siapa mempromosikan soal mengambil anak-anak yatim dan terbuang sebagai anak angkat. Mana satu lebih perlukan pembelaan? Ini suatu keikhlasan bagi memikul tanggungjawab ataupun sekadar mahu beralasankan angka untuk memenuhi nafsu?" Ibu Satri bersuara lagi.

CADANGAN PENYELESAIAN MASALAH ANDARTU

Penyelesaian yang dicadangkan oleh Cahayadi Takriyawan di dalam bukunya Di Jalan Dakwah Aku Menikah adalah ikhwah-ikhwah yang sudah mendapat kebenaran menikah ini sepatutnya mendepankan keperluan dakwah, iaitu membantu akhawat-akhawat berusia yang sudah lama menunggu, berbanding memilih mengikut kemahuan dirinya sendiri. Itu adalah sebuah pilihan yang baik, yang dapat membuktikan cintanya kepada pasangan bukan didasari rupa paras mahupun pandangan nafsu, tetapi atas dasar cinta kepada dakwah.

"Ya. Sepatutnya, sebelum ustazah mensasarkan suami orang, ustazah didik dahulu lelaki-lelaki dalam hidup ustazah, termasuklah adik dan abang supaya menjadi lelaki baik," ujar Madam Zeema kemudian hujahnya diteruskan.

"Untuk apa lelaki ini dididik? Supaya ramai lelaki berkualiti di muka bumi ini, agar tiada lagi wanita yang perlu mensasarkan suami orang. Supaya lebih ramai wanita lain dapat suami baik tanpa perlu berpoligami. Inilah penyelesaian sebenar bagi masalah ramai wanita bujang, malah menyelesaikan masalah ramai lelaki bujang kerana terperangkap dalam masalah sosial.Semua pihak perlu berganding bahu mendidik lelaki, bukannya menyuruh segelintir lelaki berpoligami. Ia hanya menghancurkan kebahagiaan orang lain. Ingat, poligami itu tetap menyakitkan hati seorang wanita biarpun lisannya berkata rela," tegas Madam Zeema.

"Jangan menuduh saya sebarangan. Awak tidak faham situasi saya." Ustazah Qatrun membela diri.
Hatinya minta difahami, bahawa perkahwinannya atas kerelaan isteri pertama yang tidak mampu memberikan ramai anak. Menjerit-jerit suara batinnya. Dia yakin situasinya itu tidak mengkhianati sesama kaum hawa kerana dia tidak menjalinkan hubungan terlarang di luar pengetahuan isteri pertama sebelum berkahwin, malah isteri pertama dimuliakan suami untuk melamar dirinya.

Ustazah Qatrun memandang Ibu Dhiya', mengharap sokongan. Ibu Dhiya' berdiam diri. Dia mahu berlaku adil dalam situasi itu dengan menghormati hujah kedua-duanya.

INFO FIQH
Alasan Poligami yang Masih Boleh Diterima Masyarakat.

Menurut Abdul Aziz Ahmad, seorang pakar motivasi terkenal di Indonesia, dalam bukunya Fiqh Cinta, alasan-alasan berikut masih boleh diterima masyarakat bagi seseorang lelaki yang mahu berpoligami.

1. Isteri pertama tidak mampu memberikan keturunan.
2. Isteri pertama tidak mampu melayani hajat seksual suami kerana sakit dan terdapat sebab-sebab lain.

Sedangkan orang yang berpoligami di luar alasan ini, bersiap-sedialah dihukum masyarakat sama ada dengan celaan, pemboikotan bisnes ataupun tidak dipercayai.

- Artikel iluvislam.com


Tersenyumlah (。◕‿◕。)

Satu perkara yang mudah namun ada kalanya ia menjadi begitu sukar. Mengukir senyuman di bibir kadang-kadang menyembunyikan kedukaan tersembunyi di dasar hati. Namun hanya diri ini yang mengerti.

Abu Darda' pernah berkata :

"Sesugguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan hatiku"

Pernah jua Rasulallah SAW tertawa hingga menampakkan gigi gerahamnya, tapi tidak pernah pula baginda SAW ketawa berdekah-dekah.

Ada pepatah menyebut :

"Janganlah terlalu banyak tertawa, kerna terlalu banyak tertawa akan mematikan hati"

Tapi ambillah jalan yang wasthiyyah dalam keadaan bersederhana

"Senyummu di kala bertemu saudaramu bernilai sedeqah"

Rasulallah SAW bersabda yang bermaksud :

"Meskipun sekadar menampakkan wajah ceria di saat kau bertemu dengan saudaramu"

Indahnya saranan Rasulallah SAW ini. Dengan senyuman sahaja dapat menjalinkan hati-hati manusia walaupun ada kalanya lisan lidah tidak jelas difahami, warna kulit jauh beza sekali. Namun dengan hanya menguntum senyuman sudah bisa untuk mentautkan hati-hati yang tersembunyi tapi begitu berarti.

Ahmad Amin menyebut dalam Faidhul Kathir :

"Orang yang murah dengan senyuman dalam menjalani hidup ini bukan sahaja orang yang paling mampu membahagiakan diri sendiri, tetapi jua adalah orang yang multi tasking, orang yang paling kuat dalam mengahadapi kesulitan dan memecahkan rungkaian persoalan"

Ada sahaja manusia yang membuatkan kehidupannya menjadi bermuram durja bahkan mereka yang berada di sekelilingnya turut merasai derita muram durja itu hanya kerana sifatnya yang gemar membesarkan perkara yang kecil. Menyibukkan diri dengan perkara yang kurang penting sampai terlebih pula.

Akhirnya dunianya menjadi hitam dan kelam. Kemudian pula menyebarluaskan kekelaman yang ada menghantui benak sanubarinya kepada orang yang berada di sekitarnya. Sifat inilah yang banyak dijangkiti pada mereka pada hari ini. Benda yang hanya sekecil seekor tikus dihebohkan seumpama seekor gajah. Akhirnya segala apa yang ada dalam genggamannya dan sisi pandangnya tidak memberikan sebarang arti padanya, apatah lagi menggembirakannya. Mereka tidak merasa puas dan senang dengan sebanyak mana sekalipun segala bentuk kesenangan yang berada dalam genggamannya.

Ramai orang yang telah sisi pandang hidupnya dikaburi. Mereka sudah tidak dapat melihat bahkan menghayati keindahan hidup ini. Sisi pandang mereka hanya dapat mengenal materialistic yang acap kali menjadi kayu ukur dalam segenap aspek kehidupannya. Mereka cuba menggenggam segala banyak mungkin materialistic untuk menjadi sumber kekayaan. Akan tetapi mereka sering lupa untuk menyoal bagaimana hendak membuat hati mereka bahagia?

Jika kita hanya mampu untuk menangani perkara-perkara kecil dalam menulusuri kehidupan ini, berarti kehidupan kita ini tidak akan melebihi perkara-perkara kecil sahaja dalam hidup ini. Namun, jika kita berkeyakinan untuk berani berdepan perkara-perkara besar dalam menulusuri arus kehidupan, maka kita akan memiliki semangat dan azam yang besar yang bisa untuk memusnahkan segala bentuk halangan dan dugaan yang bakal menerjah tiba.

Jiwa yang senantiasa menguntum senyuman akan melihat kesulitan dengan penuh ketenangan dan kelapangan sambil terus mengorak langkah untuk mengatasinya. Jika mereka berdepan dengan sebuah simpulan persoalan, mereka akan menguntum senyuman. Mereka turut mempamerkan senyuman ketika sedang berusaha merungkai tali-tali persoalan yang menanti dan masih tersenyum ketika mampu menanganinya. Akan tetapi, jiwa yang bermuram durja akan melihat kesulitan itu dengan sudut pandang penuh kesedihan. Saban kali menemui kesulitan, ia akan mengelak akannya atau jua memperbesarkannya, semangatnya mulai luntur dan langkahnya mulai longlai serta mula mencipta alasan dengan lafaz : "kalau".. "bila"... dan "jika"...

Sesugguhnya kita amat mendambakan kepada sekuntum senyuman, wajah yang ceria, hati yang lapang, akhlaq yang mulia, jiwa yang lembut dan ketulusan dan kelunakan dalam menutur kata.

"Sesungguhnya Allah swt telah mewahyukan kepadaku (Muhammad SAW) agar kalian bersikap tawadhu', hingga tidak ada seorang pun yang berbuat dzalim terhadap orang lain dan tidak ada seorang pun yang berlaku angkuh terhadap orang lain"

Jangan terus bercerita tentang masalah sampai lupa untuk berbicara tentang solusi. Berbahas tentang masalah seolah-olah tiada lagi jalan keluar darinya sedangkan sifat kita sendiri yang suka memperbesarkan masalah. Tidak salah untuk berbicara tentang masalah, namun apa yang paling utama adalah mencari solusi dalam mengatasi masalah itu.

Jangan bersedih kerana kita telah melalui kesedihan itu semalam dan sama sekali ia tidak dapat memberi manfaat jika kita terus diambang kesedihan. Pandanglah ke belakang untuk menilai semula masalah dan mulakan langkah untuk mengatasi masalah hari ini serta teruskan usaha untuk memadam kesedihan hari semalam.

Ketika kita sedang bersedih dek kerna kemiskinan mahu pun kesengsaraan yang sedang dideritai, bukankah kesedihan itu hanya akan menambahkan lagi kesusahan kita? Ketika kita sedang bersedih di atas kritikan dan kata-kata hina lagi nista pada kita, pastilah kesedihan itu hanya akan menguntungkan dan mengobarkan lagi semangat mereka yang selama ini mahu melihat kita terus jatuh?

Janganlah dihimpit kesedihan kerana kesedihan hanya akan membuatkan air yang manis manjadi pahit, sekuntum mawar yang mekar nan indah kelihatan layu, kebun yang luas menghijau kelihatan seperti padang pasir yang kering kontang, wajah yang ceria menjadi masam mencuka, hati yang tenang berubah menjadi gundah gulana, kehidupan yang luas di ats dunia ibarat seperti meringkuk dalam bilik penjara.

LA TAHZAN.. (。◕‿◕。)


Bila Allah Sentuh Hati Dengan HidayahNya

Hidayah itu adalah milik Allah Yang Maha Kuasa. Hanya Dia yang mempunyai kuasa veto berhak memilih siapa sahaja hambaNya untuk diberikan hidayah, berjalan dijalan Islam yang sebenar. Bersyukurlah dengan sepenuh hati milikNya itu andai terasa diri sudah diberi hidayah dariNya. Tiada siapa yang dapat merasainya kecuali dirinya yang telah dipilih Allah itu. Subbhanallah, hebatnya Dia.

Allah, segala pujian hanya untukMu. Tidak puas memuji Dia. Syukur tidak terhingga. Alhamdulillah ya Allah. Andai aku antara orang yang telah dipilihNya, berilah aku kekuatan untuk meneruskan perjalanan ini. Pastinya pahit, namun kaki harus terus melangkah. Pujian hanya untukNya lagi, Tuhan Yang Maha Hebat. Melihat insan-insan sekeliling yang telah diketuk hatinya dengan hidayahMu. Allah..Allah..Allah.. Andai dulu dia seorang yang panas baran, sekarang seperti telah menjadi insan lain. andai dulu dia seorang yang tidak menjaga solat, sekarang menjadi gelisah jika terlewat melakukan solat. Andai dulu dia merempit, sekarang dia telah bergelar ustaz, memberi ceramah di masjid-masjid.. Subhanallah.. Hebatnya Allah... Hebat hidayahNya.. Hanya dengan setitis hidayah, mampu mengubah seseorang menjadi orang yang berbeza... *sebak*

Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang telah Engkau kurniakan nikmat kepada mereka; bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat.
(Surah al-Fatihah, Ayat 6-7).

Dalam diri setiap insan itu pasti ada terdetik niat ingin berubah. Ini kerana fitrah manusia adalah baik. Semua manusia inginkan kebaikan. Carilah hidayah Allah itu..

Benar, hidayah itu milik Allah, namun sebagai hamba kita tidak boleh hanya dengan menunggu hidayah itu datang. Usaha mencari hidayah itu perlu dilakukan!

Bagi yang telah diberi pertunjuk olehNya untuk berubah, teruskan istiQomah, insyaAllah Allah sentiasa bersama. Pahit dalam perjalanan adalah lumrah kerana mahar untuk ke syurga bukannya murah, ia perlukan mujahadah! dan mujahadah itu pahit, kerana syurga itu indah :) moga kita diberi tempat disana nanti, Ameen..

Usah merasa rebah andai ada yang cuba menjatuhkanmu. Itu mungkin salah satu ujian dari Allah. Ingatlah, orang beriman itu pasti akan sentiasa diuji imannya. Yakinlah akan janji Allah, kuatkan diri anda. Allah sentiasa bersama :)

Insan sekeliling, ibubapa, saudara mara, sahabat handai.. Andai ada insan di sekelilingmu yang telah kau sedari perubahan mereka, berilah sokongan. Jangan pula bekerjasama dengan syaitan laknatullah menjatuhkan mereka. Andai hati anda masih belum disentuh, berdoalah, letakkan sepenuh harapan kepada Allah, cari jalan untuk mendapat hidayahNya.Perubahan bukan menyuruh kita berubah dengan mendadak, insyaAllah berubahlah sikit-sikit, dari sikit itulah ianya akan menjadi banyak. Mulalah dengan meninggalkan segala yang dilarang, melakukan segala yang dikehendaki, mendirikan solat lima waktu, bersedekah, membuat baik kepada yang muslim dan bukan muslim, menyibukkan diri dengan aktiviti-aktiviti yang bermanfaat dan sering menghadiri majlis ilmu serta terus memohon doa kepada Allah agar diberikan hidayah, berdoa dan terus berdoa kepada Allah supaya diberi kekuatan untuk menepis segala hasutan syaitan dan godaannya.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka "
QS 13:11

Marilah kita sama-sama berusaha untuk mencari hidayahNya, moga Allah merahmati kita semua, Ameen ya Rabb.

Wallahua'lam.

- Artikel iluvislam.com

Why I Love Him?

Cinta itu apa sebenarnya?

Ramai orang bagi definisi cinta tapi susah nak faham. Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudhatul Muhibbin memberi kaedah yang mudah. Tq ulamaku.

"Cinta boleh lenyap bersama lenyapnya sebab."

Sebab?

Why?

Sebab adalah nyawa cinta.

Tanpa sebab, matilah cinta.

Sebab sembarangan hanya menumbuhkan cinta sembarangan.

Cinta abadi memerlukan sebab yang abadi.

Tertipulah orang yang anggap cintanya suci dan abadi tapi sebabnya pada sesuatu yang tidak abadi...

sebab dia pandai...

sebab dia cantik...

sebab dia hebat...

Sedangkan Allah mempunyai segala sebab yang melayakkan Dia menjadi cinta nombor satu.

Kalau dia pandai. Allah Maha Pandai.


Kalau dia cantik, Allah Maha Cantik.

Kalau dia hebat, Allah Maha Hebat.

Allah yang ciptakan dia dan semua mahkluk hebat di dunia ini.

Allahlah patut duduk nombor satu dalam sebab cinta kita.

Kalau 'sebab' kita cinta dia kerana Allah, maka tunjukkan pada Allah, apa buktinya?

Sudah tentu buat apa yang Allah suruh, jauhi apa yang Allah larang.

Apa dia?

Perlu ke majlis ilmu untuk tahu, bacaan berfaedah dan dekati orang-orang soleh.

Jom!

- Artikel iluvislam.com